Home > Berita, Hukum, Knalpot, Motor, Sosialisasi > Pengaturan Knalpot Dalam UU No 22 Tahun 2009

Pengaturan Knalpot Dalam UU No 22 Tahun 2009


Berikut adalah tips untuk menterjemahkan pengaturan pemakaian knalpot standar  di dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sebenarnya mudah saja kita membaca, cari saja kata kunci “knalpot”, kita pasti langsung diarahkan pada Pasal 285 ayat (1)……  wedew !…… langsung ke pasal pidana, pasal yang mengatur sanksi.

Tenang… tenang…. mari kita baca secara keseluruhan Pasal 285 ayat (1)  itu :

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu  penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Trus kita baca secara lengkap isi pasal-pasal : “Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3)” [baca aja ya sebagaimana terlampir,  ga usah dikutip, kepanjangan euy.

Halah !…. kok ga ada tulisan “knalpot” ?

Berbicara knalpot, ada 3 yang bisa kita  bayangkan, yaitu BENTUK, GAS BUANG (emisi) dan SUARA (kebisingan) :

  1. BENTUK, ini ga ngaruh karena yang namanya “bentuk” itu berkaitan dengan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), jadi kita abaikan.
  2. GAS BUANG (emisi), ini pasti berkaitan dengan kinerja mesin, jadi kita abaikan lagi.
  3. SUARA (kebisingan), nah ini ada diatur di Pasal 48 ayat (3) huruf b (Kebisingan Suara)

Berkaitan dengan Kebisingan Suara, kok sama sekali tidak ada pengaturannya lebih detil di dalam UU No 22 Tahun 2009 ?

Sekarang kita baca ayat di bawahnya :

Pasal 48 ayat (4) :

Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.

Jadi jelas bahwa pengaturan lebih lanjut akan diatur dalam peraturan pemerintah.

Perlu bro-bro ketahui, bahwa masalah Kebisingan suara merupakan kewajiban pemilik dan/atau Pengemudi Kendaraan Bermotor dan Perusahaan Angkutan Umum sebagaimana diatur dalam Pasal 212 :

Setiap pemilik dan/atau Pengemudi Kendaraan Bermotor dan Perusahaan Angkutan Umum wajib melakukan perbaikan terhadap kendaraannya jika terjadi kerusakan yang dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran udara dan kebisingan.

Karena merupakan “Kewajiban” pastinya mengandung sanksi, yaitu di Pasal 285 ayat (1) jumcto Pasal 48 ayat (3).

Sehubungan dengan Pasal 48 ayat (4), apakah peraturan pemerintahnya sudah terbit ?

Saat ini setahu saya belum terbit, hanya saja di dalam Pasal 324 UU No 22 Tahun 2009 (Ketentuan Peralihan) masih memberlakukan PP 43 TAHUN 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan (sepanjang tidak bertentangan), sayangnya di dalam PP ini tidak mengatur mengenai tingkat kebisingan suara knalpot.

Pertanyaan selanjutnya :

“Bagaimana hubungannya UU No 22 Tahun 2009 dengan KNALPOT  STANDAR, sedangkan di UU tersebut sama sekali tidak menyebutkannya ? dan apa pengertian KNALPOT  STANDAR ?”

Jawabnya gampang bro…..

Sama halnya dengan pemberlakuan untuk helm SNI, pada awalnya SNI 1811-2007 hanyalah sebatas standar (tidak mengikat), kemudian diangkat menjadi “norma wajib” berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 yang mengatur produsen helm dalam negeri dan importir helm dari luar negeri. Kemudian diangkat lagi menjadi “norma wajib” di dalam UU No. 22 Tahun 2009 yang berlaku, tidak saja kepada produsen/importir helm, penjual, tetapi berlaku juga bagi pengendara sepeda motor.

Untuk tingkat kebisingan knalpot, memang PP-nya belum terbit, tetapi, untuk produsen motor di Indonesia sudah ada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07 TAHUN 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Baru.

Jadi, yang dimaksud dengan KNALPOT  STANDAR, bukan tidak mungkin pengertiannya adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07 TAHUN 2009 :

Pasal 1 angka 1 :

Ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe baru adalah batas maksimum energi suara yang boleh dikeluarkan langsung dari mesin dan/atau transmisi kendaraan bermotor tipe baru

Dan bukan suatu hal yang mustahil apabila nanti akan diangkat menjadi “norma wajib” di dalam PP sebagai pelaksana UU No. 22 Tahun 2009 serta berlaku terhadap penggunaan knalpot motor di jalan raya.

Adapun materi (tingkat kebisingan knalpot motor) yang diatur dalam peraturan menteri tersebut di atas adalah:

  • ≤ 80 cc maksimal 80 dB
  • < 80-175 cc maksimal 90 dB
  • < 175 cc maksimal 90 dB.

Ketentuan tingkat kebisingan motor Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07 TAHUN 2009 ini mengacu standar global ECE (Economic Comission for Europe)-R-41-01.

Jadi, pengertian “Knalpot Standar” pada saat ini, perdebatannya hanya didasarkan pada bentuk yang dikeluarkan oleh pabrik, bukan didasarkan pada tingkat kebisingan yang dikeluarkan oleh knalpot tersebut. Oleh karena itu, selama PP pelaksana UU No. 22 Tahun 2009 belum terbit, penerapan Pasal 285 ayat (1) belum mempunyai kekuatan hukum mengikat, begitu pula dengan penerapan sanksinya.

.

(O2r, 2010)

.

Lampiran :

  1. UU No 22 Tahun 2009
  2. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07 TAHUN 2009
  1. fanesta
    February 23, 2010 at 1:22 AM

    jadi intinya masih aman kan make knalpot racing..asal ga bicing kan???toh belum ada peraturan yang mengikat tentang kenalpot racing!!!

    • O2r
      February 23, 2010 at 1:27 AM

      he..he.. pahit memang mengungkapkan yang sebenar-benarnya kalo dimanfaatkan buat alasan pake knalpot bising :(

  2. a'lilin
    February 23, 2010 at 8:24 AM

    untuk kenalpot 2 tak sendiri gimana?. walaupun standart, yang saya rasakan suara knalpot ninja dengan rpm datas 6 ribu itu keras banget, masak iya 2 tak mau dilarang.

  3. February 23, 2010 at 9:13 AM

    klo pake knalpot orisinil bobokan masuk mana? hihi…

  4. pemain baru
    February 23, 2010 at 9:50 AM

    kata pak polisi yang penting bentuknya original.. :)

    • Si Fu
      January 10, 2011 at 6:00 PM

      hahaha….
      polisinya GO*L*K berarti itu…
      yg gak tau peraturan yg dibuat sendiri..

  5. tauvixion
    February 23, 2010 at 10:21 AM

    Pelaksananya dilapangan sendiri tau ngga ya mengenai ini (yg kemaren sempet nilang2in knalpot racing/brisik)
    hehe…

  6. February 23, 2010 at 3:42 PM

    Kalo knalpot racing silent series gmna?
    Ky password n nobi 3bold dbkiller?? :???:

    • vasilli
      January 28, 2013 at 10:24 AM

      kya nya ter gantung yg berwewenang,sya aje pernah pke kenalpot diluar stdr, knaplot stdr udh patah, tp suaranya udh dibikin adem malahan lbh adem dr knalpot stdr hanya bentuknya aje yg beda dr standar,tetep aje kena tilang.sempet adu urat ama tuh polisi,tp tetep aje wrg sipil yg kalah.

  7. O2r
    February 23, 2010 at 5:51 PM

    ^^ALL

    Sesuai paragraf terakhir, SAAT INI perdebatannya hanya didasarkan pada BENTUK, bukan pada tingkat kebisingannya (sebelum PP terbit).

    @a’lilin
    Peraturan yang “mengatur” ga boleh berlaku surut, artinya itu untuk produksi baru.

    @dodolkemed
    Knalpot original yang dibobok/bising, saat ini mungkin masih aman, sebelum PP terbit.

    @opixion
    pelaksanaan di lapangan bukan urusan gw :mrgreen:

    @kentadis
    Untuk produk aftermarket, “KEMUNGKINAN” nanti akan ada sertifikasi lolos uji kebisingan, seperti helm SNI……. mungkin loh ya bro…. itu tergantung PP-nya ngatur pigimane :D

  8. February 23, 2010 at 8:03 PM

    Enakan standar, mesin awet, polusi berkurang, nggak ngagetin tetangga, dan hemat BBM. :-)

    • O2r
      February 23, 2010 at 8:11 PM

      be safe, be green ya Om :D

  9. February 24, 2010 at 6:35 PM

    sayangnya di Indonesia belum ada pengukur decibel knalpot…jadi asal terdengar ngk standar langsung ditilang…ck..ck..ck…sungguh disayangkan….

    • O2r
      February 24, 2010 at 6:50 PM

      Kalo buat di jalanan ga mungkinlaaahhh…. bawa alat pengukur model gituh… paling mungkin kalau ada operasi khusus.

      Dan yakin 100%, yang diantisipasi adalah sektor hulu… produsen knalpot after market yang akan di “sertifikasi”…. model-model helm SNI gitu… trus kemudian baru deh pengguna di jalan (hilir). :D

  10. February 24, 2010 at 7:36 PM

    wahh..ujung2nya SNI juga…ck…ck…ck

  11. March 7, 2010 at 5:06 PM

    Alaaah namanya peraturan itu dr dulu juga Dibuat untuk Dilanggar kok…
    Skarang gini deh,bkn nya sombong & sorry before neh…

    Kbetulan Motor gw taun tua smua yg stengah mati nyari parts nya…
    Cb125-1977,Norton ES2-500cc 1948 & AJS-1956 Knalpot nya cuma pipa Flow 100%
    yang suaranya bisa bkin kaca retak kalo di Pecut gas.
    Bukanlah gak mau pake knalpot orsinil pabrik / standar pabrik. dan Knapa gw pake pipa doank? karena gw gak nemu knalpot ORSINIL PABRIK nya…

    Someone says :
    “aLah motor uda berumur gt,uda cukup dimusiumkan aja kale”
    Gw malah nangis denger nya, motor dibuat untuk ditunggangin,bkn jadi pajangan…
    Polisi bilang :
    “uda gak layak pakai karena ketuaan,saya sita nih motornya”
    Buktinya masi bisa lari,kok ada bahasa “KETUAAN & GAK LAYAK PAKAI???”
    Justru mestinya kita pada hormat sama orang2 yang masi nyimpen barang bginian Lah.

    So meskipun kena tangkep gw suka balik bacotin ke polisinya,
    “Kalau bapak punya knalpot orsinilnya sini gw borong deh”

    Motor Tua hobinya orang gila…
    Ribet,Jelek,Karatan,Susah partsnya…
    Sdikit bengkelnya.Langka keberadaanya…
    dan yg jelas Mahal harganya…
    Pikir bolak balik kalo mau ngurus motor tua..
    biar ga di bilang gila…

    Salam,Icchan / aConk – Tiguling…

  12. rhegie
    April 10, 2010 at 12:56 AM

    saya heran,,,tiga kali kena razia tiga hari berturut-turut..di hari pertama knlapot racing saya tidak di permasalahin,,tapi hari ke 2 dan hari k 3 knalpot racing saya di permasalahin….apa lagi yg kena razia hari ke 2 saya di peras habis-habisan sambil di ancam akan di bui….gmn sich sebenarnya yg di cari RAZIA MOTOR itu….

  13. dwix_182
    April 27, 2010 at 9:04 AM

    To All, kalo ada razia, surat2 kita dan motor lengkap, kita gak perlu terlalu khawatir, kalo polisi ada mempermasalahkan sesuatu dengan dan atau kendaraan kita yg dianggap melanggar, kita tanya apa pelanggarannya, kita tanya pasal2 yg dilanggar, yg tentunya dengan bukti riil dari pasal yg dilanggarm dengan menunjukkan subuah buku / kertas yg berisikan pasal2 yg kita langgar, trus kalo ditilang, kan katanya bisa dibayar di bank BRI kalo tidak salah, ya kita tinggal bayar aja di bank, gak perlu bayar ditempat. MAri kita perbaiki sistim tilang menjadi lebih baik dan adil. Kadang ada juga polisi yg sampai2 menjawab denga nada kesal dan marah ketika kita menanyakan HAL2 seperti yg saya sebutkan diatas. Dibilang kita sok tau lah, melawan petugas lah, ah pokoknya banyak kata2 dari polisi yg kurang tepat untuk menjawab / memberikan pengertian kepada kita yg misalkan dipermaslahkan dan atau dengan kendaraan kita pas waktu ada razia / pemeriksaan surat2. Lagian misalkan kalo tilang itu bisa dibayarkan kepada negara melaui BANK yg ditunjuk, sampai saat ini belum pernah saya dengar kalo saya kena tilang : ” bapak bisa mengikuti sidang nanti pada bla…..bla….atau bisa saya (polisi) bantu dengan membayar disini sebesar…….????? atau BISA BAPAK BAYAR LANGSUNG DI BANK YG DITUNJUK PEMERINTAH SESUAI DENGAN JUMLAH DENDAN YG BAPAK LANGGARM,DENGAN NOMOR REK: …..????”

  14. adhydzyne
    May 6, 2010 at 1:23 PM

    mu kenalpot apa aja yang penting heppy……
    apa lagi kenalpot bagus kayak gini…..

  15. May 24, 2010 at 12:10 AM

    apapun knalpotnya yang penting pke knalpot..toh klo kgax…beuuu bissingg x ya..hhe

  16. July 19, 2010 at 10:22 AM

    Selamat Pagi. Hari Senin mumpung masih semangat baru, di sempatkan untuk webwalking / blogwalking. Mohon Ijin untuk membaca artikelnya, siapa tahu bisa menajdi inspirasi untuk menulis posting blog saya. Klo berkenan, di tunggu kunjungan baliknya. link situsku http://naga212geni.blogspot.com . Salam kenal n tetap semangat.

  17. July 29, 2010 at 10:33 PM

    yah lagiiii…..intinya tuh boleh ganti knalpot asal jangan ganggu kenyaman orang lain..knalpot bising lem biru aja dah!!!

  18. Supra XX
    August 20, 2010 at 8:09 AM

    baiklah
    pake knalpot harley aja- sekalian harleynya

    biar briiiisik_

  19. meet_hana
    November 23, 2010 at 10:30 AM

    heheh.. dulu mungkin Helm jadi wajib gara2 banyak kecelakaan motor yang menyebabkan kerusakan otak.. Nah nanti knalpot baru distandarin sesuai tk.kebisingannya, kalo masyarakat udah pada mulai mengalami penyakit2 akibat kebisingan kali ya

  20. Kevin si Ganteng
    February 9, 2011 at 10:53 AM

    klo ga salh ni ya,sblmya maaf ya,makin banyak peraturan di buat, makin banyak pula celah untuk mnambah pemasukan.
    sepertinya begitu, sekali lg klo g salah ya>>>

  21. frans
    February 22, 2011 at 1:41 PM

    hahahaha..rekan2 sekalian,barusan gw ditegur ma pak polantas : ‘pak,knalpot motornya harus diganti mnjdi knalpot std,krn alasan kebisingan’,gw ga ditilang,tp stlh gw ganti mnjdi knalpot std,eehh..pak polantas nya malah blg ‘knalpot lamanya kami sita,pak’,tanpa ada Surat Sita????

  22. febrian
    April 14, 2011 at 10:14 PM

    wah harus ada surat sita tuh… kalo ga polisinya berarti menyalahi aturan..

  23. kuntilkid
    April 16, 2011 at 4:21 AM

    KEPADA SEMUA YANG TEUTEUP KEUKEUH PAKE KNALPOT BISING (ato apapaun sebutannya di daerah kalian) SEHARUSNYA YANG PERLU DIPERBAIKI ATAU DIGANTI ADALAH OTAK KALIAN, SUPAYA LEBIH “AWARE” / PERHATIAN SAMA LINGKUNGAN.

    PARA PENGGUNA KNALPOT BISING SAMA AJA DENGAN BILANG “HEY, FUCK THE OTHERS, I’M THE SUPER…” MAKA, SAYA TIDAK SEGAN UNTUK LANGSUNG MENENDANG KEPALA KALIAN JIKA KEBETULAN ADA DI BATAS AREA SAYA MENGEMUDI.

    KALAUPUN DARI PIHAK KEPOLISIAN MEMANG BELUM MENGATUR HAL TERSEBUT, MUNGKIN DIKARENAKAN KALIAN “SELALU” MENCARI CELAH TERHADAP UNDANG-UNDANG, YANG SUDAH MENJADI KEBIASAAN MANUSIA-MANUSIA INDONESIA.

    BERPIKIRLAH LEBIH LUAS, TEMAN !!

    • adi odol
      April 11, 2012 at 3:51 PM

      tergantung niatnya bro…ada jg to motor standart tap knalpotnya brisik…kenal motor king to…

      salam
      worrrr worrrrrr worrrrrrrrr

      • ari
        July 9, 2012 at 1:55 PM

        setuju dgn bro @adi odol,,
        gak semua motor suaranya halus macam supra x, byson, ninja 250.. ngerti rx king, ninja 2 tak, trus yg paling fatal macem harley sampe motor roda 3 pun suaranya minta ampun brisiknya.. tp ane toleran karena CC mereka gede (yg 4 tak), kalo 2 tak jgn ditanya, emang sistemnya seperti itu (2 langkah) :D :D

        jadi intinya bukan soal kebisingannya aja, tp musti sesuaiin dgn kapasitas mesin juga.. (yakin loe cc segede harley desibelnya bisa dibawah 90 dB?? palingan desibel segitu cuman mampu dibawa jalan 40kpj pak.. heuheue)

  24. kentang
    May 2, 2011 at 10:54 PM

    kuntilkid :
    KEPADA SEMUA YANG TEUTEUP KEUKEUH PAKE KNALPOT BISING (ato apapaun sebutannya di daerah kalian) SEHARUSNYA YANG PERLU DIPERBAIKI ATAU DIGANTI ADALAH OTAK KALIAN, SUPAYA LEBIH “AWARE” / PERHATIAN SAMA LINGKUNGAN.
    PARA PENGGUNA KNALPOT BISING SAMA AJA DENGAN BILANG “HEY, FUCK THE OTHERS, I’M THE SUPER…” MAKA, SAYA TIDAK SEGAN UNTUK LANGSUNG MENENDANG KEPALA KALIAN JIKA KEBETULAN ADA DI BATAS AREA SAYA MENGEMUDI.
    KALAUPUN DARI PIHAK KEPOLISIAN MEMANG BELUM MENGATUR HAL TERSEBUT, MUNGKIN DIKARENAKAN KALIAN “SELALU” MENCARI CELAH TERHADAP UNDANG-UNDANG, YANG SUDAH MENJADI KEBIASAAN MANUSIA-MANUSIA INDONESIA.
    BERPIKIRLAH LEBIH LUAS, TEMAN !!

    owh my god….aneh2 ja ne orang…..belum ada PP nya masih aman….
    lagian kenapa juga diproduksi????kok ga pabriknya ja ya yg dirazia???
    klo cuma merk NOB*, alexand*r. yoshimur*, dst….ga bakal di pake deh di roadrace or drag, malah kebanyakan bikin sendiri…..TANYA KENAPA???

    • adi odol
      April 11, 2012 at 3:54 PM

      betul, dilarang tp byk diproduksi..aneh gak tu

  25. TuiTui
    May 11, 2011 at 11:06 AM

    Gw Juga pernah mengalami kejadian kayak gini,ditilang polisi cuma karena knalpot yg gw pake dibilang ga Standar..
    Pada saat gw tanya apa kesalahan gw,dia bilang knalpot gw ga Standar,gw tanya pasal berapa yg mengatur ttg standarisasi knalpot kendaraan bermotor..tapi Bapak Polisi Tsb hanya Dapat menunjukan pasal yg secara garis besar isinya adalah “kelengkapan Kendaraan” saja…
    Pertanyaan gw,apa Motor Yg gw Kendarai tidak lengkap..??dalam hal ini “tidak Menggunakan” knalpot.???
    Motor Gw Lengkap Kok…ada knalpotnya..
    Polisi itu tetep ngotot sama omongannya,gw juga begitu…sampai Polisi itu gw tanya kayak begini..
    “Yg saya Tau dari UULAJ Pasal 22 Th 2009, disana dikatakan hanya kelengkapan kendaraan,tidak ada kata2 “tidak Standar” dalam pasal Tsb..kalaupun ada kata2 standar..tidak disebutkan berapa batas maximal desibel yg diperbolehkan..???
    Kalau mereka hanya mengacu pada suara yg didengar lewat telinga aja…mungkin hampir semua kendaraan bermotor bersuara nyaring..,so buat bapak2 Polisi Yg Terhormat Disana…kami Menghargai usaha,dan Upaya Yg Bapak2 Lakukan Dalam Menegakan Disiplin Berkendara..Namun,Tolonglah Jangan Semena2 Terhadap Para Pengendara Kendaraan Bermotor dalam Melakukan Penilangan dan “MENCARI2 KESALAHAN”..
    Bersikap Fair,kalo memang Tidak ada kesalahan atau Pelanggaran yg dilakukan,ya Bebaskan saja..jangan Malah Dicari Salahnya…

    “KEEP SAFETY ON ROAD”

  26. budiyanto
    September 12, 2011 at 8:18 PM

    @tuitui: setuju mas bro…!!!

  27. Gw
    September 22, 2011 at 9:54 AM

    Alaaaahh…Polisi jga msih bnyk ko yg mtr’y pke knlpot racing…
    Polisi yg suka razia itu ga sepinter yg kita kira ko..mrka hanya mencari uang tambahan aj dgn mencari2 kesalahan..
    WTF!!!

  28. briptu Norak Ma Saru
    October 15, 2011 at 10:56 AM

    baru aja aq kna tilang gara2 knalpot “gak standart”…
    sebenernya knalpot motor q suaranya gak bising, cuma bentuknya aja yang gede… tp poli**nya tetep aja nekad mo nilang (ngerampok uang, red)..
    mereka (poli**) minta 80rb.. sampe2 q debat sama 4 orang poli** secara bergantian dan diakhir perdebatan q harus merelakan 50rb keluar dari dompet…

    yang bikin lbh jengkel lagi, ada motor lain yang suaranya bising tapi bentuknya “mirip standart” lewat gitu aja tanpa ditilang…

    dasar poli** ANJI**!!!!!!!!!

    • adi odol
      April 11, 2012 at 3:48 PM

      yaitu bro…cm angin2an doank ntu polisi…sak karepe dewe

    • ari
      July 9, 2012 at 1:59 PM

      hehehe sabar gan, seperti penjelasan om TS diatas, emang sih selama bentuk knalpotnya standar meski dibobok sepertinya aman tuh. beda sama yg suaranya g terlalu kenceng tp g standar seperti motor aselinya, diamanin deh >.<

      makanya sekarang lagi jamannya knalpot racing model standar,, ehehehhe

  29. adi odol
    April 11, 2012 at 3:36 PM

    polisi cm suka cari2 masalah aj>>>>

  30. Rizky Janet
    May 6, 2012 at 10:51 AM

    duit haram doang , kmaren aja gua di tilang adu tawar sampe kluar duit 20rbu
    gua pake knapot Nobi Bold yg ada peredam suaranya itu tetep aja di tilang ~_~
    katanya di kuping dia suaranya berisik
    eswete dah tuh po**** !

  31. bocah jatimalang
    May 17, 2012 at 1:16 PM

    @rizky janet :bner tu mas bro,kupingnya pak pol*** prlu di bersihn x yak ? gw aja yng pkek nobi pkek peredam kena tilang 50 rebu, asem tenan i pol***

  32. mukhtar.aco
    June 6, 2012 at 5:09 AM

    Makasih bro,minimal ini bisa menjadi reperensi dlm pembelaan sy menhadapi sidang knalpot tgl 15 juni ini.bertengkar dg petugas dilapangan yg kdg gak garti UU buang energi saja.Polisi kadang mengunakan rePerensinya sendiri dlm membuat interprestasi terhadap sebuah pasal dlm UU sehingga mereka menjadi legeslatif ( buat sendiri UU)),menjadi Eksekutif(buat PP sendiri) dan paling gawat jd yudikatif(hakim)memutuskan sendiri perkara pelanggaran.tp paling canggih mengukur tingkat kebisingan mengikut standar telinga aja,lah kl hatinya ngak bagus bisa tuu semua motor punya suara ditelinganya ngak memenuhi standar.

    • ari
      July 9, 2012 at 2:01 PM

      gan, ane pernah baca tentang knalpot..
      dan ternyata seperti kata TS, belom ada peraturan ttg standarisasi knalpot (terutama kebisingannya, karena emang polisi ngukur pake telinga, bukan alat khsus pengukur desibel)

      kalo knalpotnya agan resing, ane masih nyerah deh..
      tp kalo knalpot standar dibobok, bela-belain aja gan :D :D
      hehehe

  33. poldes
    October 3, 2012 at 10:03 AM

    polisi iku P**ng**misss brooo

  34. vasilli
    January 28, 2013 at 10:30 AM

    kya nya ter gantung yg berwewenang,sya aje pernah pke kenalpot diluar stdr, knaplot stdr udh patah, tp suaranya udh dibikin adem malahan lbh adem dr knalpot stdr hanya bentuknya aje yg beda dr standar,tetep aje kena tilang.sempet adu urat ama tuh polisi,tp tetep aje wrg sipil yg kalah.

  35. Ndu
    May 29, 2013 at 3:40 PM

    Yang bener harusnya bikin peraturan berani benar-benar menerapkan, tutup aja pabrik variasi motor…bereskan??? bukan kami rakyat yang hanya sebagai konsumen yang ditindak, ditilang ato disidang…knp bukan owner pabrik variasinya???
    Terimakasih

  36. June 11, 2013 at 1:42 PM

    hay bro, mau tanya PP Pelaksana UU NO 22/2009 Udah keluar lum sekarang

  37. June 11, 2013 at 1:48 PM

    soalnya gue bis kena tilang,katanya melanggar pasal 285(!)106 (3) bilangnya knalpot saya recing tapikan ada penyaringnya, saya bahkan sempat debat sama pols yang mau nilang tp tetap aja motor gue dikandangin di polres…….

  38. June 20, 2013 at 8:13 AM

    wah itu ngaur polisinya klo sempet dikandangin motornya

  39. nanda
    June 25, 2013 at 6:11 AM

    Kapan ya ada sertifikasi untuk knalpt. Vareasi

  40. Yahzee
    June 27, 2013 at 12:32 PM

    Karena kurang kerjaan Ɣǻ gitu…bikin undang2

  41. POLJING
    August 27, 2013 at 12:04 AM

    polisi emng gt.
    bisanya nyari” kesalahan buat cari uang damai !
    ane aja abis ketilang gr2 pake knalpot NOB1.
    padahal ane pasang silent/db killernya.
    masih aja kena tilang ane.
    emng polnjing

    • qarizkeraz
      August 30, 2013 at 10:49 AM

      qw jg pake Nobi neo ss , db killer dipasang jg. ditilang juga barusan. semua lengkap, alasan polsh*t knalpot ga standar. pdhal suara sama aja ma knalpot std.
      tau gtu mending qw pasang db booster sekalian lah biar jelas salahnya.

      emg pake db killer berapa desibel suaranya sih? ada yg tau

  42. November 5, 2013 at 10:25 PM

    yang pasti polisi tu anjing

  43. November 9, 2013 at 3:20 AM

    walaupun kita benar neeh gan..
    tapi di mata polisi tetep aja kita yang salah..
    klo ketilang tahan aja jgn sampe mau tanda tangan , biar polisi nya cape sendiri haha..

  44. ucok
    December 10, 2013 at 6:56 PM

    Wah,,,
    Parah ¥α,,,?
    Masa racing suara adem aja ketilang,,,
    Apa lebih baik pake standar tapi bobokan aja kali ¥α,,,
    Trus di cat full chrome,,,
    Apa kena tilang juga,,,
    Soalnya Δķυ liat comen temen ne, kata polisinya yang penting bentuknya sama,,,

  45. January 2, 2014 at 3:44 PM

    jamban… baru kmarin pasang knalpot nobi masa ketilang bro ??? :( yah musti cari jalan” pintas nih biar gak ketilang.

  46. January 9, 2014 at 6:41 AM

    ANEH PERATURAN DI NEGRI KITA INI INTI NYA CUMAN NYARI DUIT SAMPAI KAPAN PUN BAKALAN BISING KALO PABRIK KNALPOT RACING NYA KAGA D BERANTAS .. GASSPOLL MOTOR KALIAN HAK KALIAN ;D

  47. September 6, 2014 at 2:33 AM

    Sweet blog! I found it while surfing around on Yahoo News.

    Do you have any tips on how to get listed in Yahoo News?
    I’ve been trying for a while but I never seem to get there!
    Appreciate it

  1. February 25, 2010 at 12:35 AM
  2. August 10, 2012 at 9:10 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: