Home > Berita, Curhat, Hukum, Jalan, Kendaraan, Mobil, Motor, Sosialisasi > Ada Korban Karena Jalan Rusak ?… Penyelenggara Jalan Bisa Kena Sanksi Pidana Loh !….

Ada Korban Karena Jalan Rusak ?… Penyelenggara Jalan Bisa Kena Sanksi Pidana Loh !….


Jalan rusak dan berlubang memang membuat “gregetan”, belum lagi kerugian materi seperti biaya perawatan kendaraan mobil dan motor karena parts yang cepat rusak, boros BBM karena kemacetan yang ditimbulkannya

Dengan terbitnya UU No. 22 Tahun 2009 tentunya membawa sedikit harapan buat pengguna jalan untuk mendapatkan jalan mulus, minimal apabila terjadi kerusakan, tidak perlu berlama-lama untuk menikmati sensasi jalan yang “ajrut-ajrutan”.

Hal tersebut dapat kita lihat pada Pasal 273 yang memuat sanksi pidana untuk Penyelenggara Jalan tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak :

  1. menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang, dipidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 12  juta.
  2. mengakibatkan luka berat, dipidana penjara paling lama 1tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.
  3. mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 120 juta.
  4. tidak memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki dipidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 juta.

Antrian sebelum "ajrut-ajrutan" (depan)

Lalu…. pertanyaannya adalah siapa “penyelenggara Jalan” ?, sebab di dalam UU No. 22 Tahun 2009 sama sekali tidak mendefinisikannya.

Merujuk pada UU No. 38 tahun 2004 tentang Jalan, tanggung jawab penanganan jalan yaitu :

  • Pemerintah (Kementerian Pekerjaan Umum)  : Jalan Nasional
  • Pemerintah Provinsi (Dinas Pekerjaan Umum) : Jalan Provinsi
  • Pemerintah Kabupaten (Dinas Pekerjaan Umum) : Jalan Kabupaten dan Jalan Desa
  • Pemerintah Kota (Dinas Pekerjaan Umum) : Jalan Kota

Kewajiban dan Tanggung Jawab Pemerintah (Penyelenggara Jalan) – UU No. 22 Tahun 2009 :

  1. memperbaiki Jalan yang rusak dan memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak  (Pasal 24)
  2. menyediakan dan/atau memperbaiki pengaturan, sarana, dan Prasarana Lalu Lintas  [Pasal 238 ayat (1)].
  3. menyediakan alokasi dana untuk pencegahan dan penanganan Kecelakaan Lalu Lintas [Pasal 238 ayat (2)].
  4. mengembangkan program asuransi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan [Pasal 239 ayat (1)].
  5. membentuk perusahaan asuransi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan [Pasal 239 ayat (2)].

Antrian sebelum "ajrut-ajrutan" (belakang)

Hak Korban – Pasal 240 dan Pasal 241 UU No. 22 Tahun 2009 :

  1. pertolongan dan perawatan dari pihak yang bertanggung jawab dan/atau Pemerintah;
  2. ganti kerugian dari pihak yang bertanggung jawab
  3. santunan Kecelakaan Lalu Lintas dari perusahaan asuransi.
  4. pengutamaan pertolongan pertama dan perawatan pada rumah sakit terdekat.

Delik Aduan (klachdelict)

Penjelasan singkat adalah : sanksi dalam Pasal 273 merupakan Delik (tindak pidana) Aduan, dimana kepentingan korban (kecelakaan lalu lintas) yang dirugikan lebih besar dari kepentingan negara untuk menuntut (pengelola jalan).

Pengertiannya :  ada atau tidaknya tuntutan terhadap delik ini (Pasal 273) tergantung persetujuan/pengaduan dari yang dirugikan/korban. Jadi, apabila tidak ada laporan/pengaduan dari korban, tuntutan pidana terhadap Penyelenggara Jalan tidak akan pernah dilakukan.

Gugatan Class Action (Gugatan Perwakilan Kelompok)

Berbeda dengan Delik Aduan di atas yang timbul sebagai akibat adanya korban jiwa, gugatan Class Action penekanannya pada ganti rugi  “materi” (perdata),  yaitu ganti rugi terhadap kerusakan Kendaraan dan/atau barang.

Gugatan Class Action, mekanismenya diatur dalam PERMA No. 1 Tahun 2002,  dimana satu/beberapa orang dapat mewakili kelompok mengajukan gugatan untuk dirinya sendiri (sekaligus mewakili sekelompok orang) yang memiliki kesamaan fakta atau kesamaan dasar hukum antara wakil kelompok dan anggota kelompoknya.

Gampangnya :

Sama-sama pengguna jalan rusak, sama-sama mobil/motornya rusak akibat jalan rusak dan sama-sama minta ganti rugi kepada Penyelenggara Jalan dengan mengajukan gugatan ganti rugi (Class Action) di Pengadilan kepada Penyelenggara Jalan….. halah… gitu aja kok refot…. 😛

Kesimpulan :

  1. Penyelenggara Jalan wajib melakukan perawatan jalan, melakukan perbaikan sesegera mungkin apabila jalan rusak dan memberikan tanda-tanda agar tidak ada korban jiwa (dan ada sanksi pidana).
  2. Korban berhak mendapatkan ganti rugi/asuransi terhadap jiwanya dan berhak menuntut ganti rugi atas kerusakan kendaraannya

.

(O2r, 2010)

.

Sumber :

  • Foto 1 : Warta Kota (tadinya mau foto sendiri, tapi hasilnya gagal gara-gara “ajrut-ajrutan”).
  • Foto 2 & 3 koleksi O2r, diambil di Jl. KH. Soleh Iskandar (Jl. Baru Kemang) Bogor.

.

Artikel terkait :

Wisata dan Peluang Bisnis Baru di Jalan Baru Bogor

.


  1. March 2, 2010 at 7:31 AM

    ambil positifnya, berarti pengguna jalan diperhatikan ‘keselamatan’nya…
    tapi untuk ‘mencari pertanggungjawaban’ penyelenggara jalan tu yg saya bayangkan birokrasinya ribet😦

  2. March 2, 2010 at 7:33 AM

    xixixixixixi..jalan solis emang asik buat offroad

    beda banget kalo biker ahli hukum yang bahas . .. lengkab kab

    aku juga pernah bahas .. . cuma kulit2nya doang xixixixii : http://ninja250r.wordpress.com/2009/05/28/jalan-berlubang-denda-120-juta/

  3. O2r
    March 2, 2010 at 7:46 AM

    @kilaubiru
    ga ribet sih… tapi panjaaaaaaaang… 😛

    @Taufik
    syusyeeeehhh menterjemahkan bahasa peraturan menjadi lebih ringan…..

    he..he..he.. setiap orang ada kelebihan dan kekurangan, ci Om kelebihannya punya motor banyak. kalo kekurangan saya… ga punya motor😦

    *Sosialisasi teruuuussss, biar kita-kita pengguna jalan inget sama haknya…. betuuulll ?

  4. March 2, 2010 at 8:50 AM

    nah loh,
    sensinya keluar tuh om opik.
    ngebahas lagi masalah ketidakpunyaan motor.
    xixixixixixixi,
    padahal ugah ogut potoin om.
    taunya uda nongol duluan postingannya.
    emang berat bahasa hukum.
    tapi bisa dimengerti dari adanya kesimpulan.:mrgreen:

    • March 3, 2010 at 10:20 AM

      xixxixixixi . . .bentar lagi juga ada PCX 125 nangkring di Yasmin:mrgreen:

  5. March 2, 2010 at 10:26 AM

    nah kan jadi tau undang-undangnya.. copy link nya om..

  6. March 2, 2010 at 10:33 AM

    mantap banget om helmi. artikel ini akan saya jadikan acuan.🙂

  7. March 2, 2010 at 4:06 PM

    wah kalo masalah penyelenggara jalan dapat sanksi…kayaknya ngk bakal deh om terjadi di kenyataan…kan mereka bisa “membeli” hukum….hehhehehehe:mrgreen:

  8. O2r
    March 2, 2010 at 4:12 PM

    @asoy & JA

    silahken om om…. 😀

    @asmarantaka

    itu kan delik aduan, kalo ada korban jiwa, kenapa engga ? apalagi terlalu lama dibiarkan tanpa upaya tambal sulam (minimal), apalagi tidak diberi tanda…. marilah kita “mendidik” pemerintah agar lebih perduli pada rakyatnya… Setuju ? 😀

  9. HFZ
    March 2, 2010 at 5:43 PM

    itu gambarnya di jalan baru/jl sholeh iskandar Bogor bukan?

    • O2r
      March 2, 2010 at 7:01 PM

      yg 2 & 3 ho’oh 😀

      • March 3, 2010 at 10:21 AM

        tepatnya kira2 di deket workshop custom 90, depan Yamaha R2 . . . . apal banget🙂

  10. March 2, 2010 at 6:44 PM

    setuju mas brooo….:mrgreen:

  11. pemain baru
    March 3, 2010 at 5:02 PM

    sebagai korban jalan rusak setuju banget…

    dulu pernah ndlosor naik motor gara2 lubang menganga segede got..

    O2r :

    turut prihatin bro 😦

  12. March 14, 2010 at 6:03 PM

    maaf mau tanya nih,..saya juga akibat jln yg rusak, bukan rusak sih tapi jalan yg sengaja digali untuk diperbaiki, nah jln itu sengaja dilobangi petugas yg merawat jalan tapi dibiarkan mengangah dan motor saya masuk kejalan itu dan sampe skg udh 3thn blm sembuh, tapi nggak dpt ap2 baca pengalaman buruk saya disini. http://www.fathuronline.co.cc/2010/02/kondisi-jalan-membawa-petaka-siapa-yang.html

    • O2r
      March 15, 2010 at 7:27 AM

      Turut prihatin bro… 😦

      Ini pertanyaannya gampang tapi jawabannya susah euy 😦 maklum saya bukan praktisi. heu..heu… 😛

      Tapi gapapa deh kulitnya aja saya coba jawab. 😀

      Kalo kejadiannya 3 tahun lalu, berarti UU No. 4 tahun 2009 belum berlaku, jadi masih berlaku UU No. 14 Tahun 1992, sayangnya UU tersebut belum mengatur sanksi pidana bagi penyelenggara jalan.

      Yang paling memungkinkan buat pelaku adalah dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam :

      Pasal 360 KUHP :

      (1) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

      (2) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebahkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

      Dan buat korban, bisa menuntut ganti rugi secara perdata, baik materil maupun immateril, yaitu kerugian yang secara nyata diderita (misalnya kerusakan motor, biaya rumah sakit) serta kerugian lain yang bukan materil atau kerugian yang akan datang (misalnya, shock, kehilangan pekerjaan dll)

      Demikian dan semoga bermanfaat😀

  13. deri
    March 22, 2010 at 6:38 PM

    hmm bagus tuh.. kecelakaan berkendara salah satunya akibat jalan yg ancur.. tp tetap saja si pengendara harus tetap mematuhi rambu-rambu di jalan raya.. gw jadi ingat dengan gerakan Shell Road Safety.. gerakan berkendara dengan aman.. ayo kita sosialisasikan gerakan berkendara dengan baik ini ke keluarga, teman dan tetanga-tetangga kita..😉

  14. Ivan
    May 26, 2010 at 10:43 PM

    Kenapa jalan rusak ga sesegera mungkin diperbaiki? kenapa nunggu lubangnya banyak baru diperbaiki? Kenapa kalo benerin jalan ud deket2 ama lebaran?apa ngejar THR?

  15. Koala
    May 26, 2010 at 10:49 PM

    Jalan di daerah bojong jakarta barat yg ud rusak bertahun2 tanggung jawab siapa? ga pernah yg namanya dibenerin padahal ud ga banjir…

  1. May 5, 2011 at 11:03 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: