Home > Berita, Group Ride, Hukum, Jalan, Komunitas, Motor, Sosialisasi > “Blocking” atau Tilang !

“Blocking” atau Tilang !


Braders yang terhormat, seri sosialisai hukum kali ini saya akan membahas mengenai “blocking di persimpangan” yang pada umumnya dilakukan pada saat konvoi turing.

Memang “blocking” saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh klub/komunitas, tapi tidak ada salahnya saya ulas kembali dalam perspektif  UU No. 22 Tahun 2009, memang tidak se-hot helm SNI, knalpot bising, lampu utama yang harus menyala siang-malam dll.

CEKIDOT ! (Girifumi Mode : On)

Pasal 287 ayat (4) :

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Sekarang, mari kita cermati substansi yang diatur pasal tersebut :

Hak Utama

“Hak Utama” adalah Kendaraan Bermotor yang mendapat prioritas dan wajib didahulukan dari Pengguna Jalan lain [Penjelasan Pasal 59 ayat (3)].

Siapa saja yang mendapatkan “Hak Utama” ?

Berdasarkan Pasal 134 jo Pasal 59, Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama, selain Petugas Kepolisian (lampu isyarat warna biru + sirene) yang sedang melaksanakan tugas, adalah :

  1. Pemadam kebakaran (lampu isyarat warna merah + sirene);
  2. Ambulans (lampu isyarat warna merah + sirene);
  3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
  4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara RI;
  5. Kendaraan tamu negara;
  6. Kendaraan jenazah (lampu isyarat warna merah + sirene); dan
  7. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu.

Untuk angka 1, 2 dan 6 sepertinya sudah jelas, tidak perlu dibahas lagi. Untuk yang nomor 3 saya terus terang tidak paham bagaimana mekanismenya ? Mungkin ada bro yang tau bagaimana mekanismenya ?

Untuk nomor 4, 5 dan 7 harus mendapat pengawalan petugas Kepolisian.

Positif thinking aja…. jangan beranggapan bahwa ini akal-akalan sebagai lahan obyekan petugas Kepolisian, tapi berpikirlah bahwa semua pengguna jalan mempunyai hak yang sama.

Jadi…… kalau kita sedang konvoi turing dan pesertanya banyak, bagi saja menjadi beberapa grup, per-grup cukuplah 5-7 motor dan apabila tidak dikawal Petugas Kepolisian, jangan coba-coba “blocking” ! atau kurungan 1 bulan/denda Rp 250 ribu.

.

(O2r, 2010)

.

  1. March 7, 2010 at 6:06 AM

    pertamax
    **pertama – reza*

    • O2r
      March 7, 2010 at 12:37 PM

      Aha – Pas Band

  2. March 7, 2010 at 6:11 AM

    ooo ada aturannya ya ternyata. berarti konvoi moge termasuk poin no. 7. kirain cuma euphoria.
    **euphoria – soneta*

    O2r :

    (yang pasti) Bukan Diriku – Samsons

  3. March 7, 2010 at 9:02 AM

    tapi ane lihat peraturan ini efektifnya cuma buat kendaraan kecil aja…kalo Moge kayaknya ngk ngefek deh….hehehhehe 😆

    O2r :

    efektif kalo penegakkannya di lapangan konsekwen bro :mrgreen:

  4. March 7, 2010 at 9:52 AM

    nah, biar bisa blocking.. maka jadilah pejabat, tamu negara, petugas damkar, atau jadi orang sakit parah naik ambulan…. mau..???:mrgreen:

    *pengen jadi pertamax gagal, keduax juga gagal, tapi tetep pengen keduaaa….
    ** astrid – jadikan aku yg kedua **

    O2r :

    ** Aku Mau – Once :mrgreen:

  5. Moel's
    March 11, 2010 at 11:40 AM

    lapan enam…

  6. March 18, 2010 at 11:00 AM

    tetap aja…
    **Wulan Merindu – Cici Paramida**

  7. March 22, 2010 at 5:05 PM

    weh,,weh,,
    begitu yah om.
    mungkin kapten Moel’s bisa mengkoordinasi.
    mampir dimarih om.:mrgreen:

    http://yvcbogor.wordpress.com/2010/03/22/percakapan-di-sebuah-lampu-merah/

  8. Aim
    April 22, 2010 at 12:18 AM

    btw . kalau untuk masalah kendaraan pribadi menyerupai suara suara atau sirene aparat ada aturannya gak??. gw sebenernya agak kurang suka dengan segrombolan biker yang konvoi memakai sirene sirene, atau klakson yang menyerupai aparat..IMHO yang kayak begini harus ditegaskan.. karena bisa merusak ketenangan jalan, dan mengagget kan pengguna jalan lain..

  9. Aim
    April 22, 2010 at 12:23 AM

    maksudnya ada aturan yang jelas gak supaya yang begini bisa ditertibkan.. karena kalau diliat dari pasal pasal diatas (1,2).. hanya orang 2x tertentu yang boleh memakai sirene atau suara suara yang menyerupai aparat

    O2r :
    Lebih tepat hanya aparat/kendaraan tertentu yang boleh memakai sirene😀

  10. Rocky Patwal
    April 26, 2010 at 10:48 PM

    uhuuiii…yg gak punya jgn iri ahhh…wakakakakakkk…
    dan buat yg punya jgn keseringan jg donk…hehehehee….

  11. May 25, 2010 at 5:49 AM

    Em…
    Berarti nggak bisa tanpa pengawalan polisi?

    O2r :
    begitu deh😀

  12. Koala
    May 26, 2010 at 11:08 PM

    Menurut saya mau pejabat atau orang biasa kalo macet ya ngantri aja, setuju?! kecuali lagi kebelet atau rapat penting, pejabat kalo cuma berangkat atau pulang kantor saya rasa tidak perlu pake buka jalan segala…
    Terakhir ada kasus tabrak lari iring2an gubernur yg ngebut nabrak ibu2 trs ibu2nya meninggal gmn tuh tanggung jwbnya?

    O2r :

    Setahu saya kalau di Jakarta hanya RI 1 dan RI 2 yang mendapat pengawalan ekstra dan ada pemblokiran, karena memang diatur dalam undang-undang, sedangkan pejabat lainnya memang ada pengawalan, tetapi tidak sampai ada pemblokiran jalan, kecuali ada acara kenegaraan.

    Perihal ibu2 yang meninggal…. no comment, tapi sebagai info saja…. bahwa UU No. 22 Tahun 2009 kalau dibaca “Ketentuan Pidana”-nya seluruh pasalnya pasti ada kalimat : “setiap orang/pengemudi”……. ini berarti tidak ada pengecualian, semua orang/pengemudi bisa kena sanksi pidana/pelanggaran. 🙂

  13. wewed
    June 28, 2010 at 10:09 AM

    Saya dulu pernah berwisata dengan bis yang dikawal oleh Patwal… saya rasa itu dibolehkan selama ada patwal disitu.

    O2r :
    sebagaimana penjelasan di atas, kalo dikawal patwal tidak melanggar peraturan😀

  14. bodats
    July 30, 2010 at 12:25 AM

    untung ane pake klakson tukang roti…
    jadi box belakang, plus side box siap dengan roti berbagai macam rasa…
    dari mulai coklat, keju, nanas hingga sarikaya medan dan coklat kacang.
    *sekedar bercanda – Giri Pesolima*

  15. July 30, 2010 at 12:48 PM

    Mungkin yang dimaksud no 3 itu kecelakaan lalu lintas hebat om, seperti yang difilm-film. Ada mobil paramedic ato mobil tertentu yang menuju lokasi kejadian IMO loh

    oh kena tilang yah kalo asal blocking, para club motor harus tau neh😀

    numpang promosi ya om😀

    Uji Ketahanan Motor 8 Jam : HONDA Sapu Bersih Podium

    http://motorkencang.wordpress.com/2010/07/30/suzuka-8-hours-honda-sapu-bersih-podium/

  16. August 20, 2010 at 11:44 PM

    oh gitu. rasanya mangkel banget jika ktm teman dr klub yang main arogan pake blocking2.

  1. March 20, 2010 at 12:32 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: